Beranda Artikel Faktor Penyebab Futur (20): Angan-angan Kosong

Faktor Penyebab Futur (20): Angan-angan Kosong

Faktor Penyebab Futur (20):  Angan-angan Kosong

Diantara faktor penyebab futur yang menimpa juru dakwah adalah angan-angan kosong dan rasa was-was.karen  kedua hal  ini dapat merusak, melemahkan, dan bahkan memotong suatu amal. Setan mempunyai peran dalam hal ini. Bahkan ini adalah wilayahnya sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah,

“Segala puji bagi Allah yang telah menolak tipu daya setan menjadi rasa was-was.

Berapa banyak juru dakwah yang dulunya penuh semangat dan memiliki pengaruh yang besar, setelah angan-angan kosong memenuhi pikirannya, dia tertimpa futur. Setelah dia mengingat anak-anaknya, siapa yang akan mengayominya jika dia tiada? Setelah dia membayangkan penjara dan apa yang ada di dalamnya. Setelah dia begitu sayang kepada pekerjaannya. Setelah orang-orang begitu terpengaruh dengannya dan mereka mengikutinya. Angan-angan, mimpi-mimpi, dan rasa was-was itu terus menyerang tiada henti. Bahkan bisa jadi hal itu sampai kepada keyakinannya, saat dia takut kepada manusia. Padahal sebenarnya Allah lebih berhak untuk ditakuti.

Untuk itu, marilah kita mentadabburi beberapa ayat berikut ini:

Mereka menakut-nakutimu dengan sesembahan yang selain Dia.” (Az-Zumar [39]: 36)

Sesungguhnya mereka hanyalah setan yang menakut nakuti (kamu) dengan teman-teman setianya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu orang-orang beriman.” (Ali Imran (3): 175) “Yaitu) orang-orang yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, ‘Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka, ternyata (ucapan) itu menambah kuat iman mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik Pelindung.” (Ali Imran (3): 173)

“Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku.” (Al-Ma’idah (5): 44)

“Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabbnya manusia. Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.’.” (An-Nas [114]: 1-6)

Surat ini adalah terapi solusi terbaik untuk memupus rasa was-was dan angan-angan kosong. Tentunya jika disertai dengan amal yang serius dan menghasilkan serta tidak membiarkan begitu saja mimpi-mimpi dan bisikan-bisikan yang hanya mendatangkan ketakutan dan kehinaan. Semoga Allah merahmati Ash-Shidiq yang bertutur, “Carilah kematian, niscaya kamu akan dianugerahi kehidupan!”

Manhaj yang benar telah diterangkan oleh Allah dalam firman-Nya

إن الذين اتقوا إذا مسهم طاءف من الشيطان تذكروافاءذا هم مبصرون

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya). (Al-A’râf [7]: 201)

“Dan jika setan mengganggumu dengan suatu godaan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dialah yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (Fushshilat [41]: 36)Sumber dari: https://wahdah.or.id/faktor-penyebab-futur-20-angan-angan-kosong/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Berkah 10 Terakhir Ramadhan, Muslimah Wahdah Islamiyah Daerah Sinjai Kembali Berbagi Tebar Ifthar Nusantara di Delapan Titik

Sinjai-Bulan Ramadhan adalah bulan penuh maghfirah dan berbagi kebahagiaan. Pada tahap ini, Unit Sosial Muslimah Wahdah Islamiyah Daerah Sinjai...

Berkah Ramadhan, Muslimah Wahdah Islamiyah Daerah Sinjai Berbagi Tebar Ifthar Nusantara

Sinjai-Bulan Ramadhan adalah bulan penuh maghfirah dan berbagi kebahagiaan. Pada tahap awal ini, Unit Sosial Muslimah Wahdah Islamiyah Daerah...

Perlu untuk Kita Ketahui tentang Bulan Rajab

Rajab adalah salah satu nama bulan dalam kalender islam / hijriyah. Dinamakan rajab yang berarti agung karena dahulu dizaman jahiliyah, kaum arab...

GENERASI PADI

“Jadilah seperti padi, makin berisi makin merunduk.” Kita semua tentu sangat familiar dengan pepatah tersebut. Pepatah indah yang begitu...

Recent Comments